HEMAT DAN CERDAS YUK

Senin, 24 September 2012

Foto-foto Kegiatan Pesantren Kilat

Sahabat-sahabat bidan, silahkan cek foto kalian di bawah ini. Ini adalah hasil kegiatan pesantren ramadhan mahasiswa bidan kemarin... (Maaf...ulpload lain kali ya... loading lama kawan...)

Kamis, 20 Januari 2011

TIPS ATASI BAU PADA BAJU


Teman-teman semua, Pernahkah bermasalah dengan cucian yang bau apek? Pernahkan suatu ketika kamu sibuk dengan aktivitas sehari-hari hingga akhirnya lupa bahwa kamu sudah merendam pakaian seharian? Ya, diantara kita tentu sudah pernah ya ngalamin masalah tersebut. Atau juga pernah menghadapi masalah terkait pakaian seperti ;
- Baju Anda jadi cepat lusuh karena terlalu sering dicuci. Akibatnya warna jadi kusam.

- Pembantu rumah tangga Anda seringkali memakai deterjen terlalu banyak. Pemborosan yang sangat sering terjadi.

- Walau sudah dibilas beberapa kali, baju tetap terasa lengket karena masih ada sisa – sisa sabun cuci yang tertinggal.

- Musim hujan membuat baju sulit kering sehingga meninggalkan bau kurang sedap.

- Anda membutuhkan air lebih banyak untuk menghilangkan busa – busa sabun cuci yang tertinggal di pakaian.

- Jumlah pemakaian air menjadi banyak sedangkan Anda kesulitan mendapatkan air bersih.

- Proses mencuci yang lama ini berdampak pada jumlah pemakaian listrik yang cukup besar sedangkan tarif listrik semakin naik.

- Dampak lainnya adalah kemungkinan umur komponen mesin cuci yang lebih singkat karena proses mencuci jadi lebih lama.

- Tangan panas ketika mencuci dengan tangan

- Detergen mencemari lingkungan

Nah,apa yang kemudian bisa kita lakukan ketika menghadapi masalah tersebut? Berikut beberapa tips untuk mengatasi masalah pakaian:
- Pakailah baju secara bergantian,jangan terlalu sering menggunakan 1 baju sehingga baju tidak terlalu sering dicuci

- Untuk menghemat uang, gunakan deterjen yang efektif atau gunakan alat pencuci khusus yang bisa digunakan sampai 1000x (3 tahun) sebagai pengganti detergen

- Gunakan pengganti detergen untuk mencuci sehingga baju tidak lengket karena detergen

- Gunakan pengganti detergen untuk mencuci yang memungkinkan mengurangi bau pada baju

- Gunakan pengganti detergen yang bisa membersihkan cucian dan membunuh kuman tanpa mengeluarkan busa sehingga dapat mengehemat air

- Gunakan pengganti detergen yang bisa mempercepat pencucian karena mengandung bahan pengaktif molekul air.

- Gunakan pengganti detergen yang tidak membuat tangan panas dan tidak merusak lingkungan.

- Jangan pernah menumpukcucian sampai segunung baru dicuci.mencuci bertahap lebih baik,sehingga bisahemat tenaga,hemat waktu dan tentu anda akan lebih terhindar dari berbagai masalah mencuci.

- Terakhir nih,cobalah bola pencuci otomatis (ECO BALL) sebagai pengganti detergen yang lebih murah,hemat, sehat dan mengagumkan.

oke deh,selamat mencoba dan merawat baju Anda ya…

GAMBAR DARI blog.beswandjarum.com

Organisasi, why not?


By. Desi Susanti
Pagi ini di Kampus sebuah universitas Islam di Bandung tampak begitu lenggang paling hanya ada beberapa mahasiswa saja yang sedang sibuk berdiskusi dan ada juga yang asyik kongkow gak jelas.
“ Sya’..kamu kok kelihatan lemes sih? “ tanya syifa pada seorang gadis yang duduk termenung disebelahnya
“ aku bosen fa..kampus kita tuh ajib banget yah, masa isinya harim semua gak ada yang buat cuci mata!” jawab tasya murung
Kampus mereka memang berbeda dengan kampus lainnya. Kampus ini memiliki dua gedung khusus wanita dan satunya untuk pria seperti layaknya sekolah-sekolah islam pada umumnya. Kebijakan ini diambil untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“ Astaghfirullah Tasya, kamu kuliah disini itu buat nyari ilmu atau yang lain?”
“ ya emang sih buat nyari ilmu, tapi apa kamu gak bosen tuh tiap hari kuliah ketemunya cewek terus ?”
“ ya gak lah, kan aku punya selingan selain kuliah, aku kan ikut organisasi kampus, disitu aku bisa mencurahkan semua unek-unek aku, buat mengasah ide dan kreatifitas, jadi kita gak bakalan bosen, karena selalu berkarya, kamu mau ikut?” kata Syifa
“organisasi...? sorry yach...aku gak tertarik tuch, lebih baik aku chatting..” Jawab tasya sambil beranjak pergi meningalkan syifa
Sejak saat itu Tasya menghabiskan sebagian besar waktu luangnya untuk chatting sedangkan syifa tetap aktif dalam organisasinya. 4 bulan kemudian...Tasya mulai bosen dengan chatting,ia mulai tidak semangat saat ada waktu luang.
“Assalamualaikum syifa...” Sapa Syifa
“Eh,waalaikumsalam fa...kamu dari mana?” Tanya Tasya sambil melihat tumpukan buku yang dibawa syifa.
“ini sya...anak-anak BEM mau ngadain kegiatan amal.” Jawab Syifa sambil meletakkan kardus.
“Kegiatan apa fa? Apa kamu tidak capek ikut kegiatan-kegiatan yang diadakan BEM?”
“alhamdulilah rasa capekku sirna begitu saja karena aku melakukannya dengan hati, bagiku organisasi itu obat hati dan merupakan guru yang paling baik.” Jawab Syifa sambil menatap Tasya yang merasa bingung.
“guru? Guru apa? Ikut organisasi itu membuat kita rugi..” tegas Tasya tak mau kalah.
Syifa tersenyum mendengar jawaban sahabatnya yang masih begitu awam dengan organisasi.
“ gimana kalau sekarang Kamu ikut Aku...?” ajak Syifa.
“ mau apa?” tanya Tasya
“akan kutunjukkan apa arti organisasi?” balas Syifa
Tasya pun mengikuti Syifa dalam kegiatan amal hari itu. Walau awalnya ogah-ogahan tapi lama kelamaan Tasya tampak mulai terbiasa dan mulai terhanyut dalam acara amal. Sudah hampir jam 5 sore. Acara amal sudah selesai. Panitia lain tampak sedang sibuk berbenah untuk mengemasi barang-barang yang sudah tidak digunakan. Syifa mendekati Tasya yang sedang duduk sambil minum air mineral dan menyeka keringat yang mengucur.
“Sya...”sapa Syifa sambil menyentuh bahu Tasya.
“hai fa...” jawab Tasya.
“gimana? Kamu sudah tau belum asyiknya organisasi?” tanya Syifa.
Tasya mengangguk sambil tersenyum.
“fa sekarang aku tau semua maksud ucapan kamu. Kamu benar Fa, organisasi memang guru terbaik karena dalam organisasi kita belajar tentang sesuatu yang tidak diajarkan dalam perkuliahan. Walau capek tapi ada perasaan bahagia dan puas karena ternyata kita bisa melakukan sesuatu yang berguna.” Jawab Tasya
“aku senang karena kamu sudah memahami apa yang aku harapkan tadi. Lagipula saat organisasi kita gak cuma belajar tapi juga beribadah sya.....” jelas Syifa
“ Thank’s a lot for everithing fa..” ucap Tasya
“it’s okey..jadi....?” balas Syifa
“jadi apa?” tanya Tasya bingung
“ gimana tentang tawaranku supaya kamu ikut bergabung dalam organisasi?” balas Syifa
“organisasi....!! why not ??” jawab Tasya sambil tersenyum.
Sejak hari itu Syifa dan Tasya menghabiskan waktu luang mereka untuk organisasi, tapi kuliah tetap nomero uno (nomor satu). Terkadang mereka juga belajar bersama. Organisasi oke, studi no problem donk....
Jadi silahkan berorganisasi, tapi tugas utama kamu adalah belajar. Akan lebih indah bila organisasi, belajar dan bersahabat berjalan seirama.


The end

ASI EKSKLUSIF BAGI IBU BEKERJA



By. Rini Kristiyanti, SSiT
(Dosen Prodi DIII Kebidanan STIKES Muhammadiyah Pekajangan)
Indah bingung…. Sebagai ibu muda yang baru melahirkan anak pertamanya, dan sebentar lagi akan kembali bekerja setelah masa cuti selesai, dia bingung bagaimana pemenuhan ASI bagi bayinya. “Apa dicampur susu formula saja ya?”
Permasalahan seperti yang dialami ibu Indah diatas sering kita dengar di masyarakat, bahkan mungkin dialami oleh orang yang berada di dekat kita.
Alangkah sayangnya kalau kita harus memberikan bayi kita yang masih berumur kurang darin 6 bulan dengan makanan selain ASI. Pernahkah melihat bayi macan diberi makan daging? Atau, bayi kambing atau sapi, makan rumput? Sebelum usianya cukup, semua bayi mamalia makan air susu, termasuk bayi manusia.
Usia cukup bagi bayi manusia untuk mendapat makanan lain selain air susu ibu adalah setelah 6 bulan. Dari usia 0 hingga 6 bulan bayi harus mendapat ASI eksklusif, yakni pemberian ASI murni tanpa bayi diberi tambahan lain seperti cairan air putih, teh, madu, buah-buahan, maupun makanan tambahan seperti bubur susu atau bubur saring dsb., sampai usia bayi 6 bulan, menurut hasil penelitian, positif membuat bayi mendapat nutrisi terbaik; meningkat daya tahan tubuhnya, meningkat kecerdasannya, dan meningkat jalinan kasih (bonding) dengan bunda (dan ayah).
Masalah seperti ibu Indah, yang bekerja dan hanya mendapat cuti 2-3 bulan saja, itu memang dilema. Bagaimana melanjutkan pemberian ASI eksklusif atau hanya malam hari memberi ASI, siang dengan susu formula? Bagaimana cara agar bayi tetap mendapat asupan gizi yang baik, dan ibu tetap dapat memberikan ASI secara eksklusif?
Berikut ini beberapa tips mengenai manajemen laktasi yang dapat diterapkan bagi ibu bekerja.
1. Memberikan ASI perah
ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Apa tidak basi? Menurut Dr. Utami Roesli SpA, MBA.IBCLC, pakar ASI, sampai waktu tertentu dan dengan penyimpanan yang benar, ASI tidak akan basi. Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam. Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan ASI mencapai 6 bulan.
Memerah ASI bukanlah hal yang sulit, bahkan tidak selalu membutuhkan alat khusus atau pompa ASI. Cukup dengan pijitan dua jari sendiri, ASI bisa keluar lancar car! Memang membutuhkan waktu, yakni masing-masing payudara 15 menit. ASI ini bisa diberikan untuk bayi keesokan harinya. Tampung ASI tersebut di sebuah wadah, misalnya plastik gula, lalu tandai setiap wadah dengan spidol sesuai waktu pemerahan, misal plastik pertama, kedua, dst. Berikan pada bayi sesuai urutan pemerahan.
2. Persiapan dan pemberian
Untuk memberi bayi ASI perahan, jauh-jauh hari sebelum masa cuti berakhir ibu memang harus menyiapkan diri sendiri dan bayi. Apalagi jika si buah hati merupakan anak pertama. Beratnya meninggalkannya memang luar biasa. Apalagi siang hari tak bersamanya dan tak menyusuinya pasti berat. Di kantor, saat payudara membengkak karena produksi ASI tak disusu bayi, ingatan ibu pastilah pada buah hati di rumah.
Mempersiapkan diri sendiri menjadi penting. Pertama, adalah mempersiapkan mental untuk meninggalkan bayi dan memupuk rasa percaya bahwa ia akan baik-baik saja di rumah. Kedua, persiapan dengan mulai belajar memerah dua minggu sebelum cuti berakhir. Ketika bayi tidur dan payudara mulai terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan di kulkas. Esok siang, ASI perah tersebut bisa ibu berikan pada bayi.
Sedangkan untuk mempersiapkan bayi, ibu harus memulai membiasakan bayi diberi ASI perahan dengan sendok, bukan botol susu. “Berikan dengan cara menyuapinya dengan sendok agar bayi tidak bingung putting. Sampai bayi usia 5 bulan, bisa terjadi bingung putting,” tegas Utami. Bingung putting terjadi jika ibu yang biasa memberi Asi lewat payudara, lalu bayi disusui dengan botol, maka ketika akan diberikan lewat payudara lagi bayi kemungkinan menolaknya. Ini lantaran, dot botol lebih lancar mengeluarkan susu dibandingkan lewat payudara.
3. Persiapkan Mental ‘Pengasuh
Tetap memberi ASI selama ibu bekerja di kantor berarti ibu harus memupuk kerjasama dengan pengasuh. Ini bukan hal mudah. Apalagi jika yang ibu percayai merawatnya adalah orangtua sendiri atau mertua. Kalau mereka tidak punya pemahaman yang sama tentang pemberian dan manfaat ASI eksklusif, ditambah pengalaman mereka dulu mungkin menyusui sambil dicampur susu atau makanan padat, akan sedikit menyulitkan.
“Tapi, jangan menyerah. Pelan-pelan jelaskan sama ibu atau ibu mertua tentang pentingnya ASI eksklusif, dan bahwa usus bayi belum siap mencerna makanan. Begitu juga jelaskan pada pengasuh, kerjasama orangtua dengan pengasuh di rumah ini juga menentukan keberhasilan menyusui secara eksklusif ” tegas Utami.
Memang di hari-hari pertama pemberian susu perah dengan sendok, bayi mungkin menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah. Namun, janganlah khawatir, 3 atau 4 hari setelahnya bayi akan terbiasa. Itu sebabnya, sebelum masa cuti berakhir bayi perlu dilatih disuapi susu dengan sendok. Jadi, tak perlu resah jika harus kembali bekerja, bukan?

4. Pemberian ASI perah
a. Ambil ASI berdasarkan waktu pemerahan (yang pertama diperah yang diberikan lebih dahulu).
b. Jika ASI beku, cairkan di bawah air hangat mengalir. Untuk menghangatkan, tuang ASI dalam wadah, tempatkan di atas wadah lain berisi air panas.
c. Kocok dulu sebelum mengetes suhu ASI. Lalu tes dengan cara meneteskan ASI di punggung tangan. Jika terlalu panas, angin-anginkan agar panas turun.
d. Jangan gunakan oven microwave untuk menghangatkan agar zatzat penting ASI tidak larut/hilang.
e. Berikan dengan sendok.

5. Penyimpanan ASI
 Taruh ASI dalam kantung plastik polietilen (misl plastik gula); atau wadah plastik untuk makanan atau yang bisa dimasukkan dalam microwave, wadah melamin, gelas, cangkir keramik. Jangan masukkan dalam gelas plastik minuman kemasan maupun plastik styrofoam.
 Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah.
 Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan sampai batas waktu yang diijinkan (+ 2 minggu).
 Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam refrigerator selama semalam, baru masukkan ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan), gunakan sebelum batas maksimal yang diijinkan. (+3-6 bulan)
 Jika ASI beku akan dicairkan, pindahkan ASI ke refrigerator semalam sebelumnya, esoknya baru cairkan dan hangatkan. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke refrigerator.

Nah, dengan menerapkan beberapa tips di atas, mudah-mudahan dapat membantu para ibu agar dapat terus memberikan ASI pada bayinya sampai berumur 6 bulan.
SELAMAT MENCOBA!!!
ASI… ASI… YESS……
gambar dari ania-aprilia.blogspot.com

Menggali Kecerdasan Balita dengan Permainan mengasah Otak.


Setiap orangtua pasti mendambakan buah hatinya tergolong jenius. Meski begitu, tak dipungkiri bila ada banyak orangtua yang merasa khawatir atau takut, lantaran si kecil belum atau tidak memiliki kriteria bocah jenius. Orang tua hendaknya memahami bahwa kejeniusan atau kecerdasan bukanlah sesuatu yang utama, melainkan bersifat ganda seperti yang dikatakan Howard Gardner dengan peran yang sama dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Multiple intelligencies tersebut meliputi kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan logika, kecerdasan visuo-spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Beberapa kalangan menambahkan lagi 2 kecerdasan yaitu: Kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional. Dengan kecerdasan ganda, seorang anak mungkin akan cerdas dalam beberapa bidang. Karenanya, ia menjadi unik dan berbeda dari teman-teman sebayanya. Lantas, bagaimana cara mengaktivasi kejeniusan (kecerdasan) si kecil?
Bagaimana Mengasah Kecerdasan Bahasa?
Anak yang cerdas dalam bahasa sangat menyukai kata-kata, baik lisan maupun tulisan, untuk mengungkapkan gagasannya. Ajaklah ia belajar melalui permainan:
• Menebak huruf yang tertulis dengan warna menarik.
• Membaca buku cerita, atau mendengarkan dongeng.
• Mencoret-coret kertas dengan aneka huruf yang sudah dikenal.
• Membaca puisi atau cerita berujud gambar.
• Bercerita tentang pengalaman sehari-hari.
Bagaimana Mengasah Kecerdasan Musikal?
Anak yang memiliki kecerdasan musikal akan selalu mendengarkan nada dan irama yang indah. Maka, ajaklah ia untuk:
• Mendengarkan dan menirukan shalawat
• Mendengarkan khasidahan
• Mendengarkan saritilawah
• Mengikuti senandung lagu favorit
• Menyanyikan lagu anak-anak
Bagaimana Mengasah Kecerdasan Logika?
Anak yang cerdas secara logika biasanya suka menganalisis, memecahkan masalah, dan memiliki kecepatan berhitung yang mengagumkan. Permainan apa yang dapat mengasah kecerdasan tersebut?
• Mencari angka yang hilang dari sebuah urutan angka.
• Menulis atau mewarnai angka-angka
• Tanya jawab tentang apa pun yang menarik minat anak
• Belajar memberikan alasan yang tepat
Bagaimana Mengasah Kecerdasan Visuo-Spasial?
Anak dengan kecerdasan visuo-spasial suka berimajinasi, atau menciptakan bentuk tiga dimensi (ruang). Aktivasi kecerdasan ini dengan:
• Bermain balok mainan, hingga membentuk suatu bangunan, benda, atau hewan favorit anak
• Bermain puzzle
• Mencetak kue atau pasir basah dengan cetakan aneka bentuk
• Bermain plastecin dan biarkan anak berkreasi dengan bentuk kesukaannya atau bentuk dalam imajinasinya
• Melukis apa pun yang diinginkan anak
Bagaimana Mengasah Kecerdasan Kinestetik?

Anak yang memiliki kecerdasan kinestetik akan aktif menggunakan bagian-bagian tubuhnya untuk berkomunikasi serta memecahkan masalah. Untuk mengasah kecerdasannya, ajaklah ia untuk:
• Mengajari gerakan wudlu
• Mengajari gerakan sholat
• Mencipta prakarya sesuai kreativitasnya
• Menghias kamar tidurnya
Bagaimana Mengasah Kecerdasan Interpersonal?
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan berinteraksi, berkomunikasi, dan peka terhadap perasaan orang lain. Agar anak memiliki kecerdasan tersebut, ajaklah ia bermain:
• Mengucapkan salam saat bertamu
• Mendengarkan keluhan atau cerita teman
• Menghibur kawan yang sedang sakit atau sedih
• Menyumbang untuk sesama yang membutuhkan
• Mengucapkan kata “terima kasih”, “maaf”, “permisi”, dan “tolong” dengan sopan
• Mengucapkan penolakan kepada orang lain dengan santun
Bagaimana Mengasah Kecerdasan Intrapersonal?

Anak yang mempunyai kecerdasan intrapersonal biasanya peka terhadap perasaannya, berdialog dengan diri sendiri, merenung, dan mengenali kekurangan maupun kelebihannya. Untuk itu ajaklah ia agar:
• Merekam dengan alat perekam tentang apa yang dipikirkan dan yang dirasakan
• Melukis, membuat lagu, atau mencipta puisi untuk mengungkapkan perasaan
• Menghargai atau menyayangi diri sendiri. Misalnya dengan merawat badan atau tak menghina diri sendiri.
• Melaksanakan sholat sunnah sebagai ketentraman jiwa dan raga .
• Selalu berdoa dan bertawakkal kepada Allah SWT.
Bagaimana Mengasah Kecerdasan Naturalis?

Kecerdasan naturalis merupakan kemampuan untuk peka terhadap lingkungan alam. Untuk mengaktivasi kecerdasan ini pada diri anak, lakukan permainan:
• Mengenal tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
• Berkebun, menanam bunga, atau memelihara hewan kesayangan sepenuh kasih sayang
• Mengamati hujan, gerhana bulan, bintang, dan pelangi. Berikan penjelasan sederhana tentang semua itu.
• Menjaga kebersihan lingkungan
• Merasakan desir angin, menyentuh titik embun, dan mencium aroma bunga di taman
Bagaimana Mengasah Kecerdasan Emosional?
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan orang tua untuk membina keterampilan-keterampilan kecerdasan emosi anaknya adalah sebagai berikut:
• mengidentifikasi dan memberi nama perasaan-perasaan yang dialaminya, serta menunjukkan cara pengungkapannya yang tepat dan tidak berlebihan
• mengajarkan anak untuk berpikir realistis dan optimis.
• mengajarkan anak untuk melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang lain,serta memberikan kesempatan untuk memecahkan masalahnya sendiri
• memberi kesempatan kepada anak untuk berdiskusi mengenai permasalahan dan perasaan yang dihadapinya.
• mengajarkan anak untuk lebih menghargai usaha yang telah dilakukan daripada hasil yang diperoleh.
• menunjukkan teladan dalam pergaulan serta sopan santun yang berlaku di lingkungan sekitar.
Bagaimana Mengasah Kecerdasan Spiritual?
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan orang tua untuk membina keterampilan-keterampilan kecerdasan spiritual anaknya adalah sebagai berikut:
• Bantulah anak untuk merumuskan misi hidupnya.
• Baca kitab suci bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan kita.
• Ceritakan kisah-kisah agung dari tokoh spiritual.
• Bacakan Puisi-puisi atau lagu-lagu yang spiritual inspirasional.
• Bawa anak untuk menikmati keindahan alam.
• Ikut sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial.
• mengajarkan anak-anak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Sepintas, semua permainan mengasah otak itu terkesan sepele. Namun, itulah yang disukai balita dan sesuai dengan taraf perkembangannya. Agar permainan semakin asyik, ikuti beberapa tips berikut.
• Jangan pernah memaksa anak untuk melakukan suatu aktivitas atau permainan. Izinkan anak untuk memutuskan sendiri aktivitas apa yang ingin dimainkan.
• Usahakan anak mengetahui manfaat dari setiap permainan yang dilakukan.
• Anda harus peka terhadap kondisi, kebutuhan, dan minat anak. Berikan aturan main yang bisa dipahami anak.
• Berikan pujian, pelukan sayang, atau hadiah untuk anak ketika berhasil, agar ia semakin bersemangat.
• Jika anak gagal atau melakukan kesalahan, janganlah memarahi atau mengolok-oloknya. Beritahukan saja apa kesalahan anak, lalu mintalah ia memperbaikinya di lain waktu. Semangati anak untuk bermain dengan lebih baik lagi.
Selamat mencoba untuk mengasah kecerdasan anak untuk tercitanya layanan kesehatan. Hargailah mereka sebagai individu yang unik dan cerdas!
Sumber:
http://www.anneahira.com
http://mujtahid-komunitaspendidikan
gambar dari suarawonogiri.web.id

Anniversary Hisdan k-1

By: Team Hisdan

Hisdan (Himpunan Mahasiswa Bidan) baru saja merayakan MILAD-nya yang pertama pada tanggal 22 Desember 2010 kemarin, serangkaian acara yang menarik pun sengaja diselenggarakan untuk memeriahkannya. Dimulai tanggal 22 Desember 2010 dengan pengabdian masyarakat di Desa Sumub Lor, Tanggal 23-25 Desember Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan Lomba Lembar Balik Mini, serta yang tidak kalah serunya pada tanggal 26 Desember yaitu acara inti tasyakuran milad HISDAN dan kuliah umum Kebidanan dengan tema “Memahami psikologi klien untuk terciptanya keberhasilan asuhan kebidanan”.
Kegiatan milad hisdan yang pertama ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mensosialisasikan HISDAN kepada seluruh mahasiswa kebidanan dan untuk menumbuhkan semangat dan etos kerja dalam merealisasikan program kerja HISDAN. Selama setahun sejak berdirinya Hisdan, sudah banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dapat terselenggara dengan sukses, baik kegiatan rutinitas maupun dalam rangka memperingati moment-moment tertentu. Sekarang, agar kita lebih mengenal HISDAN, tidak ada salahnya jika mengetahui bagaimana sejarahnya.
What is the HISDAN’s history?
Ditengah kesibukannya sebagai mahasiswa kebidanan, tidaklah menurunkan semangat segenap aktivis mahasiswa kebidanan untuk membentuk suatu organisasi himpunan mahasiswa jurusan dalam rangka mewujudkan visi dan misi STIKES Muhammadiyah Pekajangan, khususnya prodi DIII Kebidanan. Hingga akhirnya pada tanggal 22 Desember 2009, bertepatan Hari Ibu Nasional berdirilah Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HISDAN) dibawah koordinasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Muhammadiyah Pekajangan. Pelantikan HISDAN dilaksanakan pada tanggal 29-30 Mei 2010, bersamaan dengan diadakannya Musyawarah Besar Mahasiswa (MUBESMA) di kampus II STIKES Muhammadiyah Pekajangan. Jumlah pengurus HISDAN ada 38 mahasiswa yang diketuai oleh Lutfi Fauziah. Dalam strukturnya, HISDAN terdiri dari 6 bidang yang meliputi Sosial Masyarakat (Sosmas), Religi, IPTEK, Health And Art (HAA), Pengkaderan dan Penegak Kedisiplinan (P2K) dan Organisasi Mahasiswa (Orsiwa). Pembentukan organisasi ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas akademik dan non akademik mahasiswa prodi DIII Kebidanan yang berazaskan islam dan pancasila.
Program kerja HISDAN selalu berusaha memperluas ilmu, wawasan, dan ketrampilan baik bidang akademik maupun bidang non akademik serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan kampus dan masyarakat. Sehingga diharapkan mahasiswa kebidanan dapat menjadi tenaga kesehatan yang mampu menerapkan ilmu dan ketrampilan yang didapatkan selama perkuliahan dengan baik, karena telah terbiasa memberikan aspirasi dan inspirasinya melalui organisasi.
Semakin bertambahnya usia Hisdan, harapannya organisasi ini dapat selalu berkembang secara significant dan kontinue sehingga eksistensi dan kualitas HISDAN terus meningkat dari tahun ke tahun. Walaupun usia HISDAN baru satu tahun atau masih sangat muda, generasi penerus HISDAN harus selalu berpandangan bahwa pendidikan dan ketrampilan tidak hanya diperoleh melalui perkuliahan semata namun mengembangkan daya saing dan kompetensi juga dapat diperoleh melalui berorganisasi dengan baik.
SUKSES untuk HISDAN
And Be The BEST

Selasa, 23 November 2010

Uji Coba Kemampuan


Inilah uji coba untuk mengethaui seberapa dalam kemampuan mahasiswa dalam hal tulis menulis....dst.