HEMAT DAN CERDAS YUK


Jumat, 10 Juli 2009

Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

By: Siti Khuzaiyah

Tahukah Anda bahwa di dunia setiap dua menit seorang perempuan meninggal kanker serviks?
Lalu, bagaimanakah dengan di Indonesia?
Diperkirakan setiap satu jam ada satu orang perempuan INdonesia yang meninggal karena kanker serviks.
Apa ada yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasinya? Mari gunakan waktu dua menit atau lebih untuk mengetahui nformasi mengenai kanker serviks.

Apakah Itu Kanker Serviks?
Kanker Serviks (leher rahim) adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada serviks (leher rahim). Perubahan menjadi sel kanker memakan waktu 10-15 tahun

Apakah Dampak Yang Diakibatkan Kanker Serviks?
Kanker serviks umumnya terjadi dalam rentang usia 30-50 tahu, yaitu puncak usia reproduktif perempuan seingga akan menyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik, kejiwaan dan kesehatan seksual.

Apakah Penyebab Kanker Serviks?
Penyebab Ca. Cervix adalah virus Human Papilloma Virus (HPV) yang bersifat onkogenik (menyebabkan kanker). Di dunia, diketahui HPV tipe 16, 18 dan 45, 31, dan 52 secara bersamaan telah menjadi penyebab lebih dari 80% kasus kanker serviks.
HPV 16 dan 18 secara bersama mewakili 70% penyebab utama kanker serviks.
Perlu diketahui bahwa HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Meskipun demikian, penularannya dapat juga terjadi meskipun tidak melalui hubungan seksual. Contohnya, pengguanaan bersama alat-alat pribadi terutama yang telah terkontaminasi, seperti penggunaan bersama handuk atau pakaian penderita yang terkontaminasi.
HPV sangat resisten (bertahan) terhadap panas dan proses pengeringan (dessication).

Faktor Apa Saja Yang Mendukung Timbulnya Kanker Serviks?
ada beberapa faktor yang mendukung timbulnya kanker serviks, yaitu:
1. Menikah usia muda (dikaitkan dengan usia pertama kali berhubungan seksual)
2. Kehamilan yang sering
3. Merokok
4. Penggunaan kontrasepsi oral jagka panjang
5. dan penyakit menular seksual

Bagaimana Gejala Kanker Serviks?
Kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa menimbulkan gejala. Namun, jika dilakukan pemeriksaan skrining dapat ditemukan adanya sel-sel serviks yang tidak normal disebut juga lesi prakanker.
Bila kanker sudah mnegalami progrisifitas maka gejala-gejala yang dapat timbul antara lain:
- perdarahan dari liang senggama
- timbulnya keputihan yang bercampur darah dan berbau
- nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil.
nah, jika Anda menemui salah satu atau lebih tanda gejala di atas maka segera hubungi dokter.

Siapa Yang Beresiko Terkena Kanker Serviks?
80% perempuan akan terinfeksi oleh HPV pada masa hidupnya, 50 % diantaranya akan terinfeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker pada masa hidupnya.

Apakah Setiap Perempuan Memiliki Terkena Infeksi HPV?
setiap perempuan beresiko terkena infeksi HPV penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya, tanpa memandang usia dan bagaimana gaya hidupnya.

Mengapa Setiap Perempuan Beresiko?
Infeksi yang berulang dan menetap (persisten) hampir tidak bergejala pada tahap awal. Perkembangan menuju kanker serviks seringkali terjadi setelah beberapa tahun sesudahnya.
Setelah terinfeksi, tubhu tidak selalu membentuk kekebalan (antibodi) terhadap HPV sehingga tubuh tidak terlindung dari infeksi baru ataupun re-infeksi.

Bagaimana Cara Mendeteksi Kanker Serviks?
Ada beberapa cara untuk mendeteksi kanker serviks yaitu dengan Pap Smear atau dengan dilakukan IVA (Inspekulo Visual Acetat/ Visual Inspection with Acetic Acid). Namun yang perlu menjadi catatan penting di sini adalah, skrining tidak dapat mencegah terjadinya kanker serviks.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terkena Kanker Serviks?
Tindakan pengobatan atau terapi tergantung dari sejauh mana stadium kanker saat didiagnosis. Dikenal beberapa tindakan (modalitas) dalam menata laksana kanker serviks, antara lain:
1. Tindakan bedah
2. Radioterapi
3. Kemoterapi, dan
4. Terapi paliatif (palliative care) yang lebih difokuskan pada peningkatan kualitas hidup pasien

BAgaimana Cara Mencegah Kanker Serviks?
Ada dua kelompok pencegahan kanker serviks, yaitu:
1. Pencegahan primer dengan vaksinasi
2. Pencegahan sekunder: Pap Smear atau Inspeksi Visual Asetat (IVA) bagi mereka yang telah berhubungan seksual.
Dari Studi penelitian menunjukkan vaksinasi bersama dengan skrining dapat mengurangi kejadian kanker serviks secara efektif.

Mengapa Vaksinasi?
Vaksinasi saat ini erupakan era baru dalam pencegahan kanker serviks bagi remaja putri dan perempuan dewasa. Melalui vaksinasi diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab utama kejadian kanker serviks. Selain itu, vaksinasi juga dpaat memberikan perlindungan silang terhadap infeksi HPV lainnya penyebab kanker yakni tipe 45, 31 dan 52.

Kapan Vaksinasi Seharusnya Diberikan?
VAksinasi sebaiknya diberikan sedini mungkin. Rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan HOGI (Himpunan Onkologi Genekologi Indonesia) vaksinasi dapat diberikan pada remaja putri mulai usia 10 tahun.

Apa Dampaknya Apabila Menunda Vaksinasi?
Setiap perempuan beresiko terkena infeksi HPV penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya, tanpa memandang usia dan gaya hidupnya.
Menunda vaksinasi berarti menempatkan diri pada resiko terkena infeksi dan menunda kesempatan perlindungan yang dapat diberkan oleh vaksin.

Bagaimana Jadwal Pemberian Vaksin?
Vaksinasi dilakukan dalam tiga tahap dosis pemberian, yaitu bulan ke-0, 1/(2) dan 6. Contoh: vaksinasi I pada Januari, vaksinasi II pada Februari dan vaksinasi III pada Juli.

Apakah Vaksinasi HPV Ada Efek Sampingnya?
Sejauh ini, hampir smeua efek smaping yang ditimbulkan lebih bersifat lokal, yakni nyeri di sekitar tempat penyuntikan (injeksi).
KOnsultasikan dengan DOkter Anda mengenai cara perlindungan yang bijaksana terhadap infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
Sekarang ,Anda bisa membantu menyelamatkan diri Anda dan orang-orang terkasih dari ancaman kanker serviks.
Disarikan dari leaflet Understand and Help Out Cervikal Cancer Now! (GlaxoSmithKline)
Situs Terkait:
1. http://www.cancer.gov/cancerinfo/types/cervical/
2. http://www.dept-iarc.fr
3. http://www.cancer.gov/cancertopics/wyntk/cervix/page7
4. http://www.cancer.gov/cancertopics/wyntk/cervix/page10

Selangkah Lagi

Tak terasa waktu terus bergulir meninggalkan masa lalu. Masa-masa ketika kaki masih tertatih-tatih dalam melangkah. Masa ketika semua masih begitu asing untuk di pijak. Sedikit-demi sedikit kami melangkah melewati tantangan ilmu pengetahuan. Dari pribadi yang masih tertunduk malu untuk berpendapat hingga menjadi pribadi yang mantap dalam berucap. Semua begitu berat dan penuh tantangan yang tak bisa di bayangkan sebelumnya. Semakin melangkah semakin kurasakan kekuatan hidup ini. Banyak hal yang belum ku ketahui dan belum pernah kurasakan sebelumnya. Awal perjalanan hidup manusia yang begitu penuh misteri. Detak jantung yang mulai bisa kudengar dalam rahim seorang ibu, dan isak tangis menyambut kedatangan sang buah hati membuat ku sadar begitu besarnya kekuasaan Allah SWT. Selangkah lagi bagi ku untuk bisa menyelesaikan study ku ini, selangkah lagi bagi ku untuk mengamalkan semua ini.

by. memey

Jumat, 13 Februari 2009

FUMKI (Forum Ukhuwah Mahasiswa Kebidanan Indonesia)






assalaamualaikum wr.wb

pa kbr temen2…baik2 kan…?
maaf baru ikut posting.
wah ternyata diantara kesibukan temen2 kuliah, masih mau menyempatkan waktu untuk menjalin silaturrahim dengan teman2 sperjuangan di kebidanan. salut deh…!

hm, terkait dengan title yg saya ambil, sebenarnya ini terinspirasi dari tmn2 yang ada di FK (Fakultas Kedokteran) diaman mereka punya tempat kumpul antar mahasiswa kedokteran dari sabang sampai merauke. tempat kumpul yang saya maksud disini adl FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah fakultas Kedokteran). FULDFK sendiri beranggotakan mahasiswa kedokteran dari semua universitas yg ada di Indonesia, baik itu universitas negeri maupun swasta. nah, di FULDFK ini mereka sering nagdain acara terkait pengembangan ilmu kedokteran dari berbagai aspek. jadi, ilmu yang didapat tidak hanya dari bangku kuliah saja, tetapi juga dari seminar-seminar yang diadakan oleh FULDFK sendiri. kayak kemarin waktu ada acara ANTIBIOTIC 4 di Unissula misalnya, mereka mendatangkan tokoh kedokteran dari Brunei (Umar Hasan Kasule) yang mbahas ttg Nutrisi dari sisi yang berbeda, kemudian Prof. SOleh dari kediri yang membahas tentang TAhajud seabagi terapi penyembuhan penyakit apapun (Psikoneuroimunologi), ada Dadang Hawari dsb.
jujur, saya iri dengan komunitas tmn2 dari FK itu. mereka bisa saling mengenal tmn2 antar universitas dan anta pulau, mereka bisa bertukar pengalaman dan bertukar ilmu.
sempat etrpikir pada waktu itu, kenapa ya jurusan kebidanan kok tidak ada komunitas semacam ini? padahal kita juga berpotensi untuk membentuk komunitas seamcam ini, alasannya:
1. Hampir setiap provinsi dan kabupaten punya sekolah kebidanan (baik itu dari akademi, universitas, maupun poltekes dan stikes)
2. ilmu kebidanan selalu berkembang sepanjang waktu
3. profesi bidan memungkinkan kita melanglang sampai ke pelosok negeri dalam rangka mengabdikan diri pada masyarakat

nah, berdasar pada alasan itu, maka di sini saya mengajak temen2 mahasiswa bidan untuk `berembug` (diskusi) ttg ini. supaya suatu saat bisa terlahir Forum Ukhuwah Mahasiswa Kebidanan Indonesia (FUKI) atau nama yang lain terserah, dimana kita bisa merasa saling memiliki meskipun saling jauh, saling berbagi, dan saling menguatkan satu sama lain. BAHWA DIMANAPUN BIDAN BERADA, KITA TAK PERNAH SENDIRI.
Okey, saya tunggu respon dari temen2.
mumpung belum pada lulus, karena saya sendiri bulan november 09 rencana mau ikut wisuda. hehehe…
keep d`spirit (*_*)

salam dari pekalongan
(yayah)

Hitung Status Gizi Kamu

Apakah saat ini kamu ngerasa tubuhmu terlalu kurus? Atau justru ngerasa kelebihan BB? Atau kamu uring-uringan ketika ada yang bilang:

”Ih, tubuh kok kayak drum. Diet dikit dong…!”

Mending stop dulu deh pikiran-pikairan negatif tentang tubuhmu. Coba kamu ukur berapa TB (Tinggi Badan) dan BB (Berat Badan) mu, kemudian hitung dengan rumus IMT (Indeks Masa Tubuh) untuk mengetahui apakah benar tubuhmu terlalu kurus ataukah terlalu gemuk.

Setelah kamu dapatkan berapa BB dan TB kamu, kemudian hitung dengan rumus berikut:

IMT = BB (kg)

TB(m) x TB(m)

Dari hasil rumus tersebut, kemudian hasilnya digolongkan ke dalam tiga kategori sbb:


Kategori

IMT

Kurus

Kekurangan BB tingkat berat

<>

Kekurangan BB tingkat ringan

17,0-18,5

Normal


>18,5-25,0

Gemuk

Kelebihan BB tingkat ringan

>25,0-27,0

Kelebihan BB tingkat berat

>27,0

Tabel kategori ambang batas IMT untuk Indonesia (sumber :D epkes, 1994 Pedoman Praktis Pemantauan Status Gizi Orang Dewasa, Jakarta halaman 4) diambil dari Supariasa, 2002, Penilaian Status Gizi:EGC)

Sebagai contoh BB kamu adalah 45 kg, TB kamu adalah 158 cm. Maka perhitungannya adalah sbb:

IMT: 45 : 45 : 18

1,58 x 1,58 2.5

Dari hasil perhitungan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tubuh kamu tergolong kurus sehingga kamu harus naikin BB kamu hingga mencapai 46,25 kg – 62,5 kg.

Contoh lain misal BB kamu 72 kg dan TB kamu adalah 160 cm. Maka perhitungannya adalah:

IMT: 72 : 45 : 28,125

1,6 x 1,6 2,56

Dari hasil perhitungan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tubuh kamu mengalami kelebihan BB, sehingga kamu memang harus nurunin BB hingga mencapai 48kg-64kg.

Sekarang coba kamu timbang BB kamu dan Ukur TB kamu.

Kalau udah, coba deh hitung berapa IMT kamu.

Oya, untuk penghitungan menggunakan IMT ini, berlaku untuk kamu yang berusia ≥ 18 tahun. Sedangkan untuk yang kurang dari 18 tahun bisa mengguanakan skala normogram berikut:

Gambar dari www.fegato.it

Sudah selesai? Berapa hasilnya?

Nah, setelah kamu tahu keadaan tubuh kamu melalui IMT ini, maka sudah saatnya kamu evaluasi dan perbaiki pola makan kamu. Jangan makan sembarangan dan janagn pula diet sembarangan. Karena kedua hal tersebut bisa berdampak kurang baik pada kesehatanmu.

lihat juga ukht.wordpress.com

DASIPENA (Pemuda Siaga Peduli Bencana Kab. Pekalongan)

Pada pertengahan Juli kemarin, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengadakan pelatihan yang dikhususkan untuk pemuda. Pelatihan yang diselenggarakan serempak di Jawa Tengah ini didikuti oleh beberapa elemen pemuda meliputi: gelombang 1 => Mahasiswa Kesehatan, Pramuka, Tagana, dan Pemuda dari pesantren. untuk di Kabupaten Pekalongan sendiri diikuti oleh: Mahasiswa STIKES MUhammadiyah Pekajangan yang berjumlah sekitar 35 orang, Tagana kab. Pekalongan 5 orang dan Pramuka 5 orang. sedangkan gelombang ke dua diikuti peserta dari pesantren.

pelatihan DASIPENA pada dasarnya merupakan salah satu upaya untuk menyiapkan pemuda-pemuda yang siap siaga dan peduli terhadap bencana yang kerap terjadi di Indonesia. kita sadar bahwa selama ini Indonesia sering `ketiban bencana` dan bencana itu hampir selalu memakan korban nyawa. jumlah korban semakin besar ketika pemuda dan (orang-orang) yang berada di seputar bencana itu tidak mengetahui tentang penanganan bencana. berdasarkan ini, maka upaya pemerintah mengadakan pelatihan DASIPENA sangat tepat dan bermanfaat (semoga). karena dalam pelatihan itu, kita mendapatkan materi-materi dan simulasi yang memang langsung berkaitan dnegan kejadian bencana itu.

Berikut beberapa link yang berisi materi pelatihan DASIPENA (Pemuda Siaga Peduli Bencana) Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan (Juli 200 8) yang bisa didownload dan insyaAlloh bermanfaat

1. Bantuan Dasar Hidup (Airway, Breathing, Circulation ) http://rapidshare.com/files/154799349/ABC.ppt

2. Manajemen Bencana Berbasis Masyarakat http://rapidshare.com/files/154807467/AWAM-MANAJEMEN_BENCANA_BERBASIS_MASYARAKAT.ppt

3. Gawat Darurat Khusus http://rapidshare.com/files/154811452/GAWAT_DARURAT_KHUSUS.ppt


4. Sistem Pelayanan Gawat Darurat terpadu (SPGDT) http://rapidshare.com/files/154811755/SPGDT.ppt

5. Sistem Respirasi(Pernafasan) Manusia http://rapidshare.com/files/162333560/SISTEM_RESPIRASI__MANUSIA.doc.html

6. Sistem Saraf http://rapidshare.com/files/162334115/SISTEM_SARAF.doc.html

7. Sistem Sirkulasi (Peredaran Darah) MAnusia http://rapidshare.com/files/162334430/SISTEM_SIRKULASI__MANUSIA.doc.html

8. Anatomi Tubuh Manusia http://rapidshare.com/files/162335410/AWAM_Anatomi.ppt.html

9. Awam Cedera Medik http://rapidshare.com/files/162335969/AWAM-CederaKomplit.ppt.html

10. Resusitasi Jantung PAru http://rapidshare.com/files/162336382/RJP.ppt.html

11. First Responder Medik http://rapidshare.com/files/162336555/FIRST_RESPONDER_MEDIK.ppt.html

12. Sistem Komando dalam Kecelakaan/ Kegawatdaruratan http://rapidshare.com/files/162337038/AWAM-_INCIDENT_COMMAND_SYSTEM.ppt.html

13. RHA http://rapidshare.com/files/162337090/RHA.ppt.html

14. Transportasi dan Evakuasi http://rapidshare.com/files/162337691/TRANSPORTASI_DAN_EVAKUASI.ppt.html

15. Perdarahan http://rapidshare.com/files/162338600/AWAM-perdarahan.ppt.html

Sebagai catatan, jangan sampai pemerintah merasa puas hanya dengan pelatihan DASIPENA ini dalam hal penanggulangan bencana. karena pada dasarnya, yang lebih penting dari semua itu adalah: kerjasama dari berbagai elemen dalam mengupayakan pencegahan bencana tersebut. baik pencegahan secara MOral (yang utama), maupun secara Material.

NB: Bagi siapapun yang mau mendownload materi-materi di atas silahkan. asalkan materi tersebut digunakan sebagaimana mestinya. tapi, mohon dicantuman sumbernya ya, yaitu dari `DINAS KESEHATAN Kab Pekalongan dalam Pelatihan DASIPENA`

Terimakasih sebelumnya…

Perayaan Hari Ibu di Era IMD dan ASI Eksklusif

rame2-keluarga2rame2-keluarga1Ibu adalah sosok yang paling berjasa dalam kehidupan manusia. Ibu merupakan orang terpenting dan terdekat yang pernah ditemui oleh manusia. Tak heran jika saat ini lahir beratus-ratus syair, ungkapan dan kata-kata bijak terkait keberadaan Ibu. Coba kita tilik pada sebuah syair lagu anak berikut:

Kasih Ibu kepada beta

Tak terhingga sepanjang massa

Hanya menberi, tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia

Indah bukan? Ya, syair tentang Ibu memang selalu indah.

Kemudian mari kita tengok sebuah pepatah klasik berikut:

Kasih Ibu sepanjang jalan. Kasih anak sepanjang galah

Memang, jika kita berbicara masalah Ibu terasa tak akan ada habisnya. Apalagi ketika tanggal 22 Desember tiba, maka sosok yang satu ini seakan menjadi ikon tak ternilai harganya. Tanggal yang disebut-sebut sebagai perayaan hari Ibu ini terasa menjadi momen yang tepat bagi seorang anak untuk menunjukkan bhakti cintanya pada seorang Ibu.

Sebagai contoh, seorang anak yang semula tidak pernah membelikan sesuatupun kepada ibu mendadak belanja sekeranjang cokelat dan setangkai bunga yang kemudian dipersembahkan kepada bunda tercintanya. Seorang anak yang tak pernah sekalipun mencium tangan keriput Ibu mendadak menciumi seluruh wajah, tangan sampai pada kakinya. Seorang anak yang biasanya sewot ketika diajak berbincang oleh Ibu mendadak berucap dengan lembut “Mom, I Love You…”.

Ya, hari Ibu memang indah. Hari Ibu mengingatkan kita pada jasa seorang Ibu yang luar biasa besarnya kepada kita (para anak). Meskipun penulis kurang setuju ketika hari Ibu diskalekkan hanya pada tanggal 22 Desember saja. Karena pada dasarnya setiap hari adalah hari Ibu, dimana kita hendaknya selalu mengingat dan berusaha membalas jasa Ibu kita.

Di dalam www.wikipedia.org hari Ibu diartikan sebagai hari di mana kaum perempuan dimanja dan dibebaskan dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Berbeda dengan di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong yang merayakan Hari Ibu atau Mother’s Day pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Ibu atau Mother’s Day diperingati setiap bulan Maret.

Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.

Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.

Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, surprise party bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

(diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu)

Perayaan Hari Ibu di Era IMD (Inisiasi Menyusu Dini)

`Tuhan telah menyediakan sumber kehidupan sejak dia lahir, biarlah buah hati anda menemukannya sendiri`

Itulah tulis dr. Hj. Utami Roesli, SpA., MBA., IBCLC (seorang pakar dan pendiri Sentra Laktasi Indonesia) dalam cover bukunya yang berjudul `Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif` terbitan Pustaka Bunda tahun 2008. Sumber kehidupan yang dimaksud oleh Utami Roesli dalam kalimat di atas adalah `ASI (Air Susu Ibu) yang dihasilkan oleh kedua payudara Ibu`. Ini berarti bahwa Ibu-Ibu yang yang mempunyai bayi hendaknya langsung membiarkan bayinya mencari puting susu Ibu untuk kemudian menghisap ASI sesegera mungkin setelah proses kelahiran. Jika ini tidak dilakukan berarti Ibu tersebut seakan merampas hak buah hatinya. Jangan sampai Ibu mencari-cari alasan untuk tidak menyusui bayinya, kecuali jika memang ada indikasi medis sehingga proses pemberian ASI segera setelah melahirkan tidak bisa dilaksanakan.

Upaya pemberian ASI dengan membiarkan bayi merangkak di atas perut Ibu dan mencari puting susu sendiri segera setelah proses kelahiran dikenal dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD/Early Initiation). Istilah Inisiasi Menyusu Dini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1990-an dan penelitian tentang IMD ini juga sudah ada sejak tahun-tahun tersebut. Pada tahun 1990 Dr. Lennart Righard dan seorang bidan Margareta Alade melakukan penelitian yang melibatkan 72 pasangan ibu-bayi baru lahir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menunda permulaan menyusu lebih dari satu jam dapat mneyebabkan kesukaran menyusu pada bayi. Pada tahun 1978 Sose dkk CIBA Foundation juga melakukan penelitian dengan hasil menunjukkan bahwa bayi yang diberi kesempatan menyusu dini dengan meletakkan bayi dengan kontak kulit ibu-kulit bayi setidaknya satu jam, hasilnya bayi-bayi tersebut lebih lama disusui. Tahun 2003 Fika dan Syafik dalam Journal Kedokteran Trisakti menuliskan bahwa dari penelitian yang dilakukan di Jakarta menunjukkan bahwa bayi yang diberi kesempatan menyusu dini, hasilnya delapan kali lebih berhasil ASI eksklusif daripada yang tidak diberi kesempatan IMD. Kemudian pada tahun 2006, Dr. Karen Edmond (Inggris) melakukan penelitian di Ghana terhadap 10.947 bayi yang lahir antara Juli 2003-Juni 2004. Hasil penelitian menunjukkan jika bayi diberi kesempatan menyusu dalam satu jam pertama dengan dibiarkan kontak kulit ke kulit ibu (setidaknya selama satu jam) maka 22% nyawa bayi di bawah 28 hari dapat diselamatkan. Jika menyusu pertama saat bayi berusia di atas 2 jam dan di bawah 24 jam pertama, tinggal 16% nyawa bayi di bawah 28 hari dapat diselamatkan.

Semua Penelitian tentang IMD ini menunjukkan kepada kita, bahwa ternyata sesuatu yang kelihatannya sepele yaitu membiarkan bayi kontak dengan kulit Ibu, merangkak dan mencari puting susu Ibu segera setelah lahir ternyata memiliki manfaat yang luar biasa. Secara lebih rinci, manfaat IMD antara lain: Pertama, menurunkan resiko kedinginan (hipothermia). Kedua, menstabilkan pernafasan dan detak jantung bayi. Ketiga, memindahkan bakteri baik dari kulit Ibu ke saluran pencernaan bayi yang nantinya akan menyaingi bakteri jahat dair lingkungan. Keempat, meningkatkan bonding (ikatan kasih sayang) antara ibu dan bayi sehingga anak akan lebih nyaman dan kelak tumbuh menjadi manusia penyayang. Kelima, menghindari alergi dan gangguan pertumbuhan fungsi usus karena efek susu hewan/ susu formula. Keenam, bayi tidak mudah sakit. Selain itu juga bermanfaat bagi Ibu seperti mempercepat pengeluaran ari-ari (placenta) dan menghindari perdarahan setelah melahirkan. Perlu diketahui juga bahwa IMD yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian ASI saja selama enam bulan (ASI Eksklusif) akan mengoptimalkan perkembangan otak sehingga anak akan lebih cerdas.

Langkah-langkah IMD sebenarnya tidak terlalu sulit. Yaitu begitu bayi lahir , bayi diletakkan di atas perut Ibu yang sudah dialasi kain kering. Kedua, keringkan seluruh tubuh bayi termasuk kepala secepatnya, kecuali kedua tangannya. Ketiga, tali pusat dipotong lalu diikat. Verniks (zat lemak putih) yang melekat di tubuh bayi sebaiknya tidak dibersihkan karena zat ini membuat nyaman kulit bayi. Keempat, tanpa dibedong bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kontak kulit bayi dan kulit ibu. Ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Jika perlu, bayi diberi topi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya. Bayi dibiarkan mencari puting susu Ibu. Ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut, tetapi tidak memaksakan bayi ke puting susu. Ayah didukung agar membantu Ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu. Biarkan dalam posisi ini selama satu jam dan sampai bayi menemukan puting susu ibu dan berhasil menyusu untuk pertama.

Bila kita cermati, tekhnik IMD ini sebenarnya mudah. Akan tetapi di dalam praktiknya, sulit sekali untuk melaksanakan IMD. Kesulitan ini tidak terletak pada aspek tekhnis, tetapi lebih pada aspek sosial. Aspek sosial disini meliputi masyarakat yang belum banyak tahu tentang IMD (terutama Ibu yang mau melahirkan), tenaga penolong persalinan yang belum mengenal lebih jauh IMD, serta keengganan tenaga kesehatan untuk melakukan IMD karena berbagai alasan. Alasan (baik dari Nakes maupun Masyarakat) yang muncul sebagai penghambat dilaksanakannya IMD itu antara lain: takut jika bayi kedinginan, setelah melahirkan ibu mengalami kelelahan, minimnya tenaga kesehatan yang tersedia, kamar bersalin atau kamar operasi yang sibuk, Ibu harus dijahit, bayi harus segera dibersihkan, serta adanya kepercayaan dalam masyarakat bahwa colostrum (ASI yang pertama keluar) berbahaya untuk bayi. Padahal tidak seharusnya keadaan tersebut dijadikan alasan untuk tidak melakukan IMD, karena memang semua ada jalan keluarnya. Apalagi mengingat manfaat IMD yang luar biasa, maka sudah saatnya kita mengabaikan alasan-alasan tersebut dan mensiasati agar IMD tetap bisa dilaksanakan.

Terlepas dari alasan-alasan di atas, maka faktor Ibu dan keluarga juga sangat menentukan. Pengetahuan memadai tentang IMD bagi masyarakat dan keluarga sangat diperlukan. Terutama mengenai manfaatnya yang luar biasa, sehingga mereka termotivasi untuk melakukan IMD bagi calon anak yang akan terlahir kelak. Hal ini penting, karena bagaimanapun yang namanya keluarga ingin memberikan yang terbaik bagi si anak, terutama pada awal-awal kehidupannya. Dan yang terbaik bagi bayi di awal kehidupan tersebut adalah ASI.

Terkait dengan semua itu, hendaknya moment hari Ibu dijadikan sebagai moment untuk mensosialisasikan IMD berikut manfaatnya kepada masyarakat, terutama kepada Ibu-ibu agar mereka termotivasi untuk bisa memberikan yang terbaik untuk si buah hati. Jangan sampai para ibu membiarkan anaknya menjadi anak sapi dengan membiarkan anaknya diberi susu sapi di awal kehidupannya. Bagi Tenaga Kesehatan, Ibu-ibu maupun masyarakat secara umum yang sudah mengetahui tentang IMD, jadikan moment hari Ibu ini untuk berbagi pengetahuan dengan Ibu-ibu, terutama Ibu yang sedang hamil. Sehingga ketika proses persalinan tiba, si Ibu dapat meminta kepada tenaga kesehatan penolong persalinan untuk dilakukan IMD bagi bayinya. Bagi tenaga kesehatan yang bijak, hendaknya akan menuruti kemauan Ibu tersebut dengan berpedoman pada `Asuhan Sayang Ibu dan Bayi`.

Jadi, agar syair tentang Ibu tetap teralun indah, jangan jadikan Hari Ibu ini hanya sebagai hari dimana Ibu mendapat penghargaan dari anaknya saja, tetapi juga kesempatan bagi para Ibu memberi penghargaan kepada buah hatinya dengan semangat Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif. Karena kedua hal itu merupakan pemberian yang paling berharga sebagai bekal menghadapi kehidupannya kelak bukan?

Atau..Anda punya pendapat lain tentang perayaan hari Ibu? Atau merasa tidak perlu perayaan Hari Ibu dengan dikaitkan IMD dan ASI eksklusif ini?


Pekalongan, 15 Desember 2008

Kamis, 12 Februari 2009

Anak Anda Nakal? Siasati Yuuk…

By: Dewi ARyanti

Anak nakal, merupakan satu kata yang menyebalkan bagi sebagian orang dan banyak pula orang atau orang tua yang bingung untuk menghadapi masalah satu ini. Kenakalan anak bermacam macam versinya menurut orang, ada yang bilang seorang anak dikatakan nakal karena ia tidak mau disuruh makan, ada pula yang mengatakan anak nakal itu merupakan anak yang suka menjahili orang, dan ada pula yang mendefinisikan sebagai anak yang susah dibilangi.

Sebelum lebih jauh, marilah kita cari tahu dulu definisi “nakal” itu sendiri. Nakal adalah “suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu, dsb, terutama bagi anak-anak)” (KBBI, http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php). Sehingga dari definisi ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa anak nakal adalah anak yang suka berbuat kurang baik, seperti tidak menurut, suka mengganggu, baik temannya ataupun orang di sekitarnya.

Nah, pertanyaan yang muncul sekarang adalah bagaimana cara menghadapi anak yang nakal? Kita semua tentunya sudah menyadari sekali bahwa betapa sulitnya menjadi orangtua yang baik itu. Hal yang paling sulit adalah bagaimana kita sebagai orangtua bisa mengendalikan emosi kita dalam mengasuh anak. Mungkin secara teori kita sudah banyak belajar melalui buku-buku ataupun seminar tentang perkembangan anak, tetapi begitu menghadapi anak kita yang ‘nakal’, hilanglah semua teori itu dari kepala kita.

Ketidakmampuan kita mengendalikan emosi kadang akan berakibat pada anak. Seperti misalnya kita akan memberikan hukuman fisik kepada anak, yang tentu saja akan berakibat buruk pada perkembangan sisi psikologis anak itu sendiri. Semua buku/informasi tentang cara mengajar disiplin kepada anak selalu menekankan untuk tidak boleh memukul atau memberikan hukuman fisik dalam melakukannya. Memang, mudah dikatakan, tapi cukup sulit untuk diterapkan.

Hasil penelitian menunjukkan pula bahwa anak balita masih belum bisa memahami hubungan antara tindakannya yang ‘nakal’ (menurut orangtua) dengan pukulan yang diterimanya. Anak HANYA merasakan sakit karena dipukul tanpa tahu kenapa kok dipukul. Kalaupun si anak tidak lagi melakukan tindakan ‘nakal’-nya itu, hal ini bukan karena dia menyadari kenakalannya, tetapi lebih pada rasa takut akan dipukul lagi. Artinya, pukulan tersebut sama sekali tidak bisa mendisiplinkan anak atas kesadarannya sendiri ! Memukul tidak ada gunanya sama sekali bagi anak, KECUALI hanya memuaskan emosi orangtua.

Dalam menghadapi sikap anak yang ‘nakal’ dan tidak disiplin atau melanggar peraturan keluarga, para ahli perkembangan anak menyarankan untuk memberikan TIME-OUT kepada anak. Time-out disini sebenarnya kata halus untuk sebuah hukuman tetapi BUKAN hukuman fisik.

Time-out ini biasanya dalam bentuk menyuruh anak untuk duduk di sebuah kursi atau masuk ruangan tertentu dalam waktu tertentu. Panjang waktu yang paling efektif adalah disesuaikan dengan usia anak. Misalnya, waktu time-out untuk anak usia 2 tahun adalah 2 menit, untuk anak usia 3 tahun adalah 3 menit. Time-out ini sangat efektif untuk menghukum anak yang suka memukul, merusak barang atau berkelakuan di luar batas sopan santun yang telah ditentukan oleh orangtua.

Setelah waktu time-out selesai, orangtua harus menjelaskan kenapa dia dikenai time-out, dan kemudian menasehati tentang perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh anak. Menasehati pada saat anak sudah tenang ini akan memberikan hasil yang sangat efektif, dibandingkan dengan nasehat pada saat setelah anak dipukul, apalagi pada saat anak menangis. Jadi, untuk menasehati anak yang efektif itu memang perlu waktu yang tepat, yaitu pada saat emosi anak sedang tenang. Menasehati (memarahi?) anak sambil berteriak, ditambah lagi pada saat emosi anak tinggi (mis. sedang menangis), sama sekali TIDAK akan membuahkan hasil apapun ! Kembali lagi ke masalah time-out, yang perlu diingat adalah bahwa time-out menjadi tidak efektif bila dilakukan terlalu sering atau untuk kelakuan anak seperti misalnya hanya karena anak tidak mau membereskan mainannya, dan sejenisnya.

Untuk orangtua yang terlanjur mempunyai kebiasaan memukul, cara yang cukup efektif untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini adalah dengan sesering mungkin membaca tulisan tentang tidak baiknya memukul anak itu. Dengan membaca artikel seperti itu, kita akan diingatkan terus akan keburukan memberikan hukuman fisik. Letakkan saja buku/artikel tentang hal ini di atas meja kerja anda, dan pada saat waklu luang, lihat-lihat sebentar sambil refreshing :)
Mudah ‘kan ?

Terakhir kali, mari kita galakkan upaya untuk selalu menghindari kekerasan di dalam rumah tangga, demi masa depan buah hati kita tercinta dan masa depan bangsa Indonesia ! 1
Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa remaja yang nakal dan sering mengganggu orang lain ternyata sebagian besar mempunyai latar belakang dimana pada masa kecilnya mereka sering mendapatkan hukuman fisik dari orangtuanya. (110 8)